Berita Utama

Warga Tumbuan Geruduk Polres Seluma

CamkohaNews – Sebanyak 5 warga Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi, datang mengadukan pengaduan masyarakat mengklarifisikan biaya prona yang dinilai terlalu membeberatkan, yakni dipatok tarif Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta.

Salah seorang warga desa setempat, Arul (40) mengatakan untuk jatah prona di desanya pada tahun 2017 lalu, tercatat ada 415 sertifikat, dan ada sekitar 278 sertifikat yang sudah dibagikan oknum Kepala Desa, sedangkan sisanya 137 masih dipegang oknum Kepala Desa Tumbuan karena belum ditebus.

“Kami keberatan untuk menebus sertifikat yang telah ditentukan tarifnya sesuai luas lahan, yang besarnya antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 Juta,” tutur Arul.

Kasat Reskrim Polres Seluma AKP Riska Fadhila, SH, SIK menegaskan menindaklajuti hal ini, akan memfasilitasi dengan mengundang pihak ATR/BPN Seluma, untuk mengetahui ketentuannya sesuai SKB 3 Menteri tersebut.

“Ya untuk menjembatani permasalahan ini, kita akan mengundang pihak BPN, agar jelas duduk perkaranya apakah gratis atau memang ada aturan penerapan tarif setiap pembuatan sertifikat prona,” tegas AKP Riska Fadhila, SH, SIK.

Lanjutnya, menindaklajuti perkara ini jika ada keterlibatan oknum lain yang bermain dalam dugaan praktek pungli ini, Kasat Reskrim Polres Seluma AKP Riska Fadhila, akan menindak sesuai hukum.

(Hari Adiyono)

Berita Terkini

To Top