Bengkulu Tengah

Warga Blokir Jalan Masuk ke PT. GMP

CamkohaNews – Puluhan Warga Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, melakukan aksi blokir jalan masuk menuju perkebunan kelapa sawit, yang diklaim milik PT. Giantara Mulya Pratama.

Blokir dilakukan karena lahan seluas 50 hektare, sudah habis masa Hak Guna Usaha (HGU) dari PT. GMP. HGU sendiri ditetapkan pada tahun 1987, hingga sejak 6 tahun lalu sudah habis masa berlakunya.

Selama ini masih banyak pekerja dari PT. GMP yang bekerja, yakni memanen tandan buah sawit. Namun saat ini warga melarang pekerja masuk, karena lahan sudah habis masa HGU-nya.

“Lahan ini sudah habis masa HGU, hingga sudah selayaknya lahan ini kembali ke Pemerintah, untuk selanjutnya dikembalikan kepada pemilik”, tegas Warga Desa Padang Betuah, Zawawi Khatab

Beberapa pemilik lahan, juga merasa ganti rugi tanam tumbuh belum tuntas.

“Lahan saya ditetapkan ganti rugi tanam tumbuh 1,8 juta, namun hanya dibayar 400 ribu saja. Sejak 1987, pelunasan ganti rugi tanam tumbuh belum dipenuhi” ujar salah pemilik lahan, Ilmansyah

Warga baru akan membuka blokir, setelah adanya penyelesaian polemik lahan di desa mereka ini.

Harri Sutriansyah

Berita Terkini

To Top