Pekaro

Touring Ke Lampung, Peserta UNBK SMKN 3 Seluma Tewas Terekam Ponsel

Korban (lingkaran merah) yang berada paling belakang rombongan konvoi saat tergelincir di tikungan bersamaan truk fuso dari arah berlawanan.

CamkohaNews – Niat ingin merayakan usai pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) namun malah berujung maut bagi Ilham Saputra (17) siswa SMKN 3 Seluma Kelurahan Dermayu Kecamatan Air Periukan. Buah pasangan bapak Hasimun SP, petugas penyuluh di Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Sukaraja dan ibu Dian guru PAUD Kasih Ibu, Desa Lubuk Gilang Kecamatan Air Periukan.

Anak ketiga dari tiga bersaudara tersebut mengalami kecelakaan di ruas Jalan Pesisir Barat Provinsi Lampung. Saat akan pulang kembali ke rumahnya di Desa Lubuk Gilang Kecamatan Air Periukan, Minggu (15/4) sekira pukul 09.00 WIB. Ilham yang saat itu berboncengan dengan motor Honda CBR milik Bagus (17) BD 6148 PM teman satu sekolahnya, menyenggol Truk fuso jenis Hyno yang berlawanan arah saat menikung disalah satu ruas jalan Pesisir Barat tersebut.

Teguh (21) salah seorang saksi mata yang merupakan teman korban saat perjalanan tersebut mengatakan, saat itu bersama enam teman sekolah Ilham menggunakan empat sepeda motor, berniat untuk jalan-jalan. Awalnya diputuskan hanya sampai Kabupaten Kaur, namun karena hari masih siang, saat tiba di Kaur akhirnya diputuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Lampung. Namun setibahnya di Lampung, hari sudah malam, sehingga rombongan tersebut tidak sempat untuk berdarmawisata.

‘’Tiba di Lampung pas maghrib di Kota Agung. Jadi kami putuskan menginap di salah satu warung makan disana,’’ terang Teguh.

Lanjutnya, saksi bersama rekan lainnya keesokan harinya memutuskan untuk langsung pulang. Waktu itu karena Ilham masih terlihat mengantuk, lalu dirinya menyarankan agar berboncengan dengan Bagus dan sepeda motor Ilham dibawa oleh Aris. Kemudian karena situasimasih terlalu pagi jalan sangat sepi, sehingga dapat rombongan melaju dengan kecepatan tinggi.

Nahasnya sewaktu berada ditikungan jalan yang terletak di pinggir Pantai, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul truk Fuso pengangkut tiang PLN yang juga melaju dengan kecepatan tinggi. Karena posisi Ilham dan Bagus saat itu berada paling belakang, diduga mereka tidak melihat kedatangan truk tersebut, sehingga Bagus diduga mengerem mendadak sepeda motornya, yang mengakibatkan sepeda motor yang mereka tumpangi oleng dan hilang kendali, lalu mengahantam truk tersebut.

“Saat itu truk sempat kabur. Namun berhasil dihentikan oleh anggota Polsek yang tidak jauh dari lokasi kecelakaan tersebut,” ucap Teguh.

Saat kecelakaan tersebut, Ilham masih bernafas, namun kondisi lututnya kebawah sudah remuk, yang diperkirakan tergilas oleh truk tersebut, sedangkan Bagus hanya mengalami luka lecet dipinggang dan kaki. Karena saat itu jalanan sedang sepi, sekitar setengah jam baru ada mobil yang melintas. Lalu Ilham dan Bagus langsung dibawa ke Puskesmas yang berada sekitar lima kilometer dari tempat kecelakaan tersebut untuk mendapat pertolongan medis.

Setibanya di Puskesmas, keadaan Ilham semakin melemah, sehingga tepat pukul 11.30WIB Ilham tidak dapat tertolong lagi dan menghembuskan nafas terakhir.

“Mobil truk dan sepeda motor milik Bagus saat ini masih diamankan di Polsek Kota Agung mas,’’ imbuh Teguh.

 

Jenazah Alm. Ilham Saputra saat dimakamkan di TPU di Desa Lubuk Gilang Kecamatan Lubuk Gilang.

Sekitar satu jam setelah meninggal, jenazah Ilham langsung dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulan milik Puskesmas dengan dibantu pihak Polsek Kota Agung Lampung. Isak tangis orang tua dan keluarga pecah, saat jenazah Ilham tiba, sekitar pukul 19.00WIB, Minggu (15/4). Ayah Ilham, Hasimun (51) terlihat tabah dan tegar mendapati musibah yang dialami anak laki-laki semata wayangnya. Orang tua korban tidak menyangka, Sabtu (14/4) pagi itu, adalah hari terakhir dirinya bertemu dengan anak laki-laki satu-satunya.

‘’Memang berat mas. Tapi inilah takdir dan kita harus menerimanya dengan ikhlas,’’ ucap Hasimun.

Senin (16/4) Jenazah Ilham Saputra, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, sekira pukul 11.30WIB. Dengan diantarkan orang tua dan keluarganya serta para tetangga, teman sekolah dan juga dewan guru SMKN 3 Seluma yang turut mengantar Ilham Saputra menuju peristirahatan terakhirnya.

(Hari Adiyono)

To Top