Pekaro

Tertangkap Mesum, Warga Purbosari Disanksi Adat

Suasana sidang adat cuci kampung di RT 5 RW 2 Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan.

CamkohaNews – Warga RT 5 RW 2 Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan, kembali disibukan dengan sanksi adat menagawe atau perbuatan zina.

Ini setelah pelaku laki-laki berinisial L-G (46), duda asal desa Purbosari Kecamatan Seluma Barat, kepergok mesum dirumah seorang ibu rumah tangga berinisial S-U (35) warga Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan, disaat sang suaminya memantau.

Pengurus Badan Musyawarah Adat Kecamatan Seluma Selatan, menyatakan keduanya wajib disidang adat dan diharuskan melaksanakan ritual cuci kampung, dengan membuat Jambar dan memotong Kambing sesuai Perda Nomor 4 tahun 2014, tentang Kompilasi Hukum Adat Kabupaten Seluma.

Hal ini terjadi akibat ulahnya yang diduga telah berbuat mesum dengan S-U (40), warga Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan, yang juga masih berstatus istri sah dari P-D (44). Perbuatan zina tersebut dilakukan nekat oleh L-G dan S-U dikediaman S-U, pada Jum’at malam (11/5) sekira pukul 21.30 wib.

Apesnya perbuatan keduanya diketahui tetangga S-U, yakni Suparno (40) yang saat itu melihat pelaku L-G masuk ke dalam rumah, dengan mengendap-ngendap ke rumah S-U dan langsung menutup pintu, ini diketahui S-U memang telah pisah ranjang dengan suaminya, sehingga pelaku laki-laki berinisial L-G memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendekati S-U, sebelum akhirnya digerebek oleh warga.

“Saat itu keadaan rumah S-U memang lagi sepi, orang tuanya lagi menginap ditempat anaknya yang lain, sehingga keduanya dengan bebas berbuat zina,” ujar Suparno.

Lanjutnya, mengetahui S-U bersama laki-laki yang bukan suaminya tersebut, kemudian warga sekampung yang mendapat laporan, langsung berdatangan untuk menggeledah isi rumah.

“Saat kami grebek, keadaan mereka sudah berpakaian lengkap. Namun saat itu S-U sempat berkilah kalau tidak ada orang dirumahnya, begitu kami geledah di kamarnya, akhirnya didapati L-G yang sedang bersembunyi dibawah kolong tempat tidur milik S-U,” terang Suparno.

Saat itu juga, pasangan mesum tersebut langsung diarak kerumah ketua RT 5 Kelurahan Padang Rambun. Saat itu juga langsung digelar sidang adat dengan menghadirkan Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kelurahan Padang Rambun, M. Jamil.

Dengan disaksikan warga dan perangkat RT, akhirnya diputuskan keduanya harus melaksanakan ritual cuci Kampung dan denda adat sebesar Rp 5,5 Juta sesuai dengan Perda Nomor 4 tahun 2014, tentang Kompilasi Hukum Adat Kabupaten Seluma yang mengatur tentang Menagawe atau perzinahan.

Sementara itu, suasana sidang adat tersebut sempat ricuh, lantaran pihak Keluarga dari L-G merasa keberatan dengan tuntutan yang dikenakan pada L-G. Mereka beranggapan putusan tersebut terkesan memeras, sehingga mereka memintah agar keduanya dinikahkan. Namun hal ini dibantah keras Ketua BMA Kecamatan Seluma Selatan, karena S-U masih berstatus istri sah dari P-D dan keduanya belum bercerai.

“dari rapat tadi sudah disepakati akan dilakukan sanksi adat cuci kampung paling lambat Selasa malam (15/5) mendatang”, tegas M. Jamil Ketua BMA Kecamatan Seluma Selatan.

(Hari Adiyono)

Berita Terkini

To Top