Budaya Kito

Sekujang Talang Benuang Sedot Ratusan Warga Seluma

Atraksi Sekujang memeriahan malam 1 syawal 1439 H, di Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan dan sekitarnya.

CamkohaNews – Banyak cara masyarakat pedesaan di Kabupaten Seluma memeriahkan perayaan saat lebaran. Salah satunya seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan yang mengadakan tradisi sekujang, pada Jumat malam (15/6) selepas sholat isya sekitar pukul 19.30 wib.

Meski istilah sekujang masih terdengar asing ditelinga masyarakat Seluma, namun salah satu kearifan lokal ini, mampu menarik perhatian ratusan warga yang penasaran ingin menyaksikannya.

Baik di Kelurahan Sukaraja maupun di Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan ini hampir setiap tahunnya menggelar tradisi ini.

“ini merupakan salah satu kearifan lokal yang masih bertahan di desa kami, tujuannya tidak lain untuk melestarikan tradisi yang sudah turun temurun untuk memeriahkan perayaan idul fitri”, terang Sekdes Talang Benuang Een Tapriadi.

Para peserta sekujang ini berkostum ala hantu, bak acara hellowen. Namun uniknya para peserta sekujang ini berkeliling kampung berkunjung ketiap rumah warga, dengan cara menari dan berbalas pantun, sesuai keinginan warga pemilik rumah yang mereka datangi, dengan harapan diberi bingkisan, berupa makanan berupa juada makanan ringan, kue dan minuman.

Untuk menyemarakan suasana, para sekujang yang berarak ini diiringi alat musik rebana, dan dikomandoi oleh tokoh adat yang ikut mendampingi.

Warga desa setempat berbondong-bondong menyaksikan ritual ini, yang sudah menjadi tradisi turun temurun nenek moyang mereka, dan dilakukan setiap tahun seusai perayaan lebaran seperti saat ini.

Adanya perayaan tradisi sekujang ini, membuat suasana malam di Desa Talang Benuang menjadi ramai, tak pelak ratusan warga dari beberapa desa tumpah ruah menyaksikan tradisi lokal ini.

“cukup unik dan bagus untuk dilestarikan, mudah-mudahan kedepan ada sponsor biar bisa lebih meriah lagi”, ucap Junike salah seorang warga.

Sementara itu, seusai bertandang ke tiap rumah warga, juada yang telah dikumpulkan, kemudian dibagikan kepada warga yang lebih membutuhkan.

(Hari Adiyono)

Most Popular

To Top