Berita Utama

Sekujang, Kearifan Suku Serawai di Hari Raya Idul Fitri

Tradisi Sekujang, digelar masyarakat Serawai di Kabupaten Seluma pada malam pertama 1 Syawal atau di hari pertama perayaan Idul Fitri.

CamkohaNews – “Jang Sekujang Minta Lemang Sebatang…Minta Duku Semato…Batan Buko Rayo Rayo…”, itulah sepenggal pantun yang diucapkan rombongan Panitia Sekujang saat proses arak-arakan berlangsung dengan Bahasa Serawai, di malam perayaan hari raya idul fitri 1 Syawal 1438 H.

(Baca juga: Tradisi Unik, Jamuan Di Malam Takbiran)

Sekujang merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Serawai di Kabupaten Seluma, setiap perayaan hari raya Idul Fitri yang saat ini kembali dihidupkan, setelah sekian lama tak dilaksanakan oleh sejumlah desa yang masih memegang teguh adat istiadat Sako Anam.

Meski hanya beberapa desa yang mengadakan acara Sekujang ini, namun antusias warga masih tetap tinggi. Terbukti ribuan masyarakat tumpah ruah, mengikuti prosesi Sekujang dari awal hingga akhir untuk menyaksikan tradisi warisan leluhur yang mulai luntur ini, seperti yang diadakan di RT 6 kelurahan Sukaraja.

Peserta Sekujang secara bergiliran menyambangi setiap rumah warga setempat, untuk meminta juada atau kue lebaran.

Dalam tradisi ini, para pemain Sekujang sengaja berpakaian yang aneh-aneh, seperti pocong, kuntilanak, orang-orangan sawah dan lainnya. Tujuannya tidak lain untuk menarik perhatian setiap penghuni rumah yang disambangi, agar bersedia memberikan juada.

Berpose bersama dengan beberapa peserta Festival Sekujang.

Salah seorang anggota DPRD Seluma, Dodi Sukardi menyebut Sekujang sudah sepatutnya dilestarikan. Karena Sekujang sejatinya kearifan lokal yang turun temurun diwariskan, yang mengutamakan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, untuk menjalin silaturahmi di malam 1 Syawal perayaan hari raya Idul Fitri.

Sementara itu, Camat Sukaraja M. Husni yang belum lama menjabat, mengaku terpukau dengan tradisi unik yang baru disaksikannya ini. Hal seperti inilah yang menurutnya patut dipromosikan, sebagai salah satu destinasi wisata budaya.

Untuk mensukseskan acara yang berlangsung hanya semalam ini, sedikitnya melibatkan 50 peserta dari tokoh pemuda dan tokoh adat setempat, ujar Ketua RT 06 Kelurahan Sukaraja, Sudirman.

Sudirman menambahkan, Sekujang merupakan tradisi bentuk kearifan lokal asli Suku Serawai yang hampir luntur tergerus budaya luar.

Diakuinya, Tradisi Sekujang dahulunya dilaksanakan hampir di setiap desa di wilayah kabupaten Seluma yang menjunjung tinggi norma adat istiadat, di malam perayaan hari raya Idul Fitri.

Tujuannya tidak lain, selain menjalin silaturahmi antar umat beragama, Sekujang ini merupakan bentuk aksi sosial yang membagikan juada atau kue lebaran bagi masyarakat yang kurang mampu di wilayah setempat.

(Hari Adiyono)

Berita Terkini

To Top