Berita Utama

“Ruang Tunggu Dukcapil Harus Wangi dan Ber-AC”

Caretaker Walikota Bengkulu, Budiman Ismaun saat meninjau pelayanan administrasi kependudukan di Dukcapil Kota Bengkulu pada Selasa Rabu (14/3) siang.

CamkohaNews – Caretaker Walikota Bengkulu Budiman Rabu pagi (14/3) melakukan inspeksi mendadak ke kantor Dinas Dukcapil kota.

Didampingi beberapa kepala OPD yakni Kadis Kominfo kota Medi Febriansyah dan Kasatpol PP Mitrul Ajemi, ada beberapa hal yang disoroti Caretaker baik dari segi pelayanan dan penyediaan sarana dan prasarana yang dinilai masih kurang.

Caretaker Walikota Budiman tidak menghendaki adanya kemacetan pelayanan karena Dinas Dukcapil merupakan pelayanan utama bagi masyarakat. Baik dalam kepengurusan KTP, KK maupun administrasi lainnya.

“Saya tidak mau ada kemacetan pelayanan di sini (red:Dinas Dukcapil),” ujar Budiman.

Meski pelayanan sudah cukup baik namun menurut Budiman, SDM yang dibutuhkan masih sangat kurang. Kemudian penataan ruangan dan sarana prasarana masih jauh dari cukup.

Lalu ruang pelayanan masih sangat sempit sehingga masyarakat harus berjejal saat mengantre. Sehingga target waktu pelayanan optimal bagi masyarakat belum tercapai.

Ditambah apabila ada kemacetan listrik sehingga perlu diantisipasi dengan menggunakan genset.

“Kita harus menyiapkan genset atau pembangkit listrik yang lain di sini, agar tidak ada kemacetan lah,” tegas Caretaker.

Budiman meminta agar penyediaan sarana dan prasarana yang masih kurang untuk kembali dianggarkan tahun ini. Untuk ruang tunggu masyarakat harus menggunakan AC sehingga nyaman sejuk, wangi dan fasilitas kursi yang memadai.

“Kedepan saya minta, ini ada perubahan yang signifikan,” pungkas Budiman.

Selain meninjau ruang Kepala Dinas, Kepala Bidang, Caretaker juga mengecek ruangan operator/server. Caretaker mengapresiasi adanya penggunaan alat fotocopy yang dipinjamkan oleh ASN.

Meski selama ini tidak ada bayaran sama sekali namun Caretaker meminta penyediaan sarana fotocopy harus dipikirkan kedepannya, sehingga tidak lagi meminjam.

Caretaker juga meminta agar Dinas Dukcapil membuat papan pengumuman tentang distribusi KTP setiap harinya, seperti ketersediaan blanko dan jumlah kepengurusan akta maupun KTP setiap hari. Sehingga tidak ada lagi keluhan blanko kosong.

Budiman pun berharap dalam setiap urusan administrasi di Dinas Dukcapil tidak ada pungutan liar apapun. Untuk memastikan hal tersebut, Caretaker bahkan sempat menanyai langsung kepada warga yang sedang mengurus KTP.

Budiman meminta masyarakat segera melapor apabila benar adanya pungutan yang dilakukan. Karena tidak ada tawaran ataupun toleransi bagi ASN ataupun honorer yang terbukti melakukan pungli harus dipecat.

Sementara itu, menjawab beberapa catatan di OPDnya, Kadis Dukcapil kota Sudarto Widyo Seputro berjanji akan segera menindaklanjuti. Tahun ini menurutnya sudah ada penambahan perangkat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat maksimal.

Terkait kekurangan SDM Kadis Dukcapil mengakui perlunya penambahan tenaga pelayanan karena yang ada saat ini hanya berjumlah 10 orang.

Saat ini selain kendala keterbatasan SDM dan alat, Dinas Dukcapil kota terpaksa membatasi pelayanan pendaftaran dan pengambilan nomor antrean antara 100 hingga 150 orang sampai pukul 10.00 WIB.

Ini lantaran perangkat untuk pencetakan KTP hanya tersisa satu unit, sedangkan 4 unit lagi tidak dapat digunakan karena rusak.

Septi Fitriani

Most Popular

To Top