Berantas Korupsi

Ridwan Mukti dan Istri Dituntut 10 Tahun Penjara

Ridwan Mukti dan sang istri, Lily Martiani Maddari saat mendengarkan tuntutan di PN Tipikor Bengkulu Kamis (7/12) siang.

CamkohaNews – Gubernur non aktif Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Maddari, dituntut oleh penuntut umum KPK dengan hukuman penjara masing masing 10 tahun dan denda Rp 400 juta subsidaer 4 bulan kurungan.

Ridwan Mukti dianggap bersalah karena menerima uang Rp 1 milyar dari terpidana Jhoni Wijaya,  Kepala Cabang PT. SMS (Sarana Mitra Statika). Uang suap Rp 1 milyar diduga merupakan komitmen fee dari tiap proyek yang didapat oleh setiap kontraktor.

Pemberian uang Rp 1 milyar dari terpidana Jhoni Wijaya selaku kepala cabang PT. SMS (Sarana Mitra Statika) kepada Ridwan Mukti melalui Rico Diansari dan Lily Martiani Maddari, merupakan tindak lanjut pasca pertemuannya dengan RM di kantor Gubernur, karena saat itu RM marah dan tidak mengenal para kontraktor yang memenangkan lelang proyek di Dinas PUPR.

RM mengatakan bahwa para kontraktor ini bukanlah tim suksesnya saat kampanye, yang menghabiskan uang ratusan milyar dan sama sekali tidak memiliki kontribusi.

Untuk itu diakhir pertemuan, RM berpesan agar seluruh kontraktor yang hadir saat itu untuk berkordinasi dengan Rico Diansari.

KPK juga menuntut Ridwan Mukit dengan pidana tambahan, yaitu dilarang menjadi publik figur selama 5 tahun pasca menjalani hukuman pokok.

(Agus PM)

Berita Terkini

To Top