Seluma

Plt Gub Resmikan Prasasti Pura Tama Mukti Desa Talang Benuang

CamkohaNews – Plt Gubernur Bengkulu, drh. Rohidin Mersyah dan Wakil Bupati Seluma Drs Suparto, serta Kabag Ops Polres Seluma, Selasa (25/9) pagi berkesempatan menghadiri kegiatan keagamaan di Pura Khayangan Tunggal Mukti Tama dusun Puspa Anom Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan.

Kedatangan Plt Gubernur dan Wakil Bupati Seluma disambut ratusan umat Hindu Kabupaten Seluma yang sedang mengadakan kegiatan Sakral Karya Agung Ngenteg Linggih atau yang lebih dikenal kegiatan membersihkan Pura sebagai tempat peribadatan bagi umat Hindu.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur drh. Rohidin Mersyah budaya bali merupakan salah satu budaya yang ada di Bengkulu yang perlu dikembangkan dalam mendukung program Wonderfull Visit Bengkulu 2020.

“Warga bali yang ada di Bengkulu merupakan aset yang kita miliki, dan harus kita lindungi dan kita bantu, karena budaya bali merupakan salah satu budaya yang ada di Bengkulu yang perlu dikembangkan dalam mendukung pariwisata Bengkulu,” terang Plt Gubernur drh. Rohidin Mersyah.

Ketua Panitia penyelenggara I Wayan Gede Suhendra mengatakan kegiatan Karya Agung Ngenteg Linggih ini merupakan rangkaian dari kegiatan untuk memperingati berdirinya Pura Khayangan Tunggal Mukti Tama.

“Sudah lebih dari Empat puluh tahun Pura ini belum dilakukan pembersihan. Jadi kegiatan ini adalah puncaknya sebagai wujud bakti umat kepada sang Hyang Widi,” terang I Wayan Gede Suhendra.

Lanjutnya, kegiatan Karya Agung Ngenteg Linggih ini merupakan kegiatan ulang tahun Pura atau Piodalan yang digelar setiap Purnama Kapat. Purnama Kapat sendiri bermakna musim semi dimana bunga-bunga bermekaran.

“Dalam Agama Hindu, bunga merupakan simbol kesucian. Oleh karena itu saat bunga-bunga bermekaran menjadi hari yang spesial untuk menggelar ritual keagamaan,” tuturnya.

Usai digelarnya Karya Agung Ngenteg Linggih ini, umat Hindu setiap tahunnya di Dusun Puspa Anom ini dapat memperingati sebagai hari lahirnya Pura Khayangan Tunggal Mukti Tama.

“Jadi kegiatan ini adalah titik awal lahirnya Pura ini. Jadi setiap tahun, akan ada kegiatan untuk memperingati lahirnya Pura ini,” terangnya.

Sementara itu, kegiatan yang digelar selama 2 hari yakni 24 – 25 September 2018 juga digelar upacara Dua bulanan atau Tiga bulanan bagi anak yang baru lahir, lalu Maupandes atau potong gigi dan Pewintenan atau pembersihan diri.

“Idealnya kegiatan Karya Agung Ngenteg Linggih dilaksanakan 30 tahun sekali. Karena disini ada Mulang Pedagingan, agar semua umat hindu yang ada di sini rukun, damai dan memperoleh rezeki dari Sang Hyang Widi sehingga mendapat keselamatan dan kesejahteraan,” pungkasnya.

(Hari Adiyono)

Most Popular

To Top