Berita Utama

Pilwakot Bengkulu Menciptakan Sejarah

Kantor Walikota Bengkulu yang baru di Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu.

CamkohaNews – Pencoblosan Pilwakot Juni mendatang tidak hanya mencari pemimpin. Ada berbagai kemungkinan sejarah tercipta. Tidak oleh kontestan, tapi masyarakatlah yang menciptakan sejarah itu.

Memang masih terlalu dini bicara pemenang. Karena toh sampai sekarang calonnya pun belum ada (status calon menunggu ketetapan KPU Kota). Tetapi setidaknya ada beberapa nama yang sangat berpeluang menjadi kontestan.

Mereka, sang petahana Helmi Hasan, dua srikandi Erna Sari Dewi dan Patriana Sosialinda, serta Dani Hamdani. Asalkan tidak ada badai politik yang begitu dasyat, keempatnya akan duduk sebagai calon.

Selain empat nama dari pintu partai politik, masih ada Mayor. David Suardi dan Jahin Liha Bustami yang masih berjuang mencukupi dukungan KTP.

Sejarah apa yang bisa tercipta dalam Pilwakot nanti?. Kita mulai dari Helmi Hasan. Ketua DPW PAN Bengkulu ini adalah walikota kedua dari hasil sistem pemilihan langsung.

Meski sampai sekarang belum menyatakan bertarung dalam Pilwakot, namun ancang-ancang untuk kembali bertarung semakin kuat. Mungkin Helmi Hasan sudah mendapatkan “suara dari langit”’ hanya saja belum mengungkapkan kepada publik.

Andai saja Helmi Hasan menjadi calon lagi dan memenangi kontestasi, adik kandung Ketua MPR Zulkifli Hasan ini akan menjadi walikota pertama dengan masa jabatan dua periode dari sistem pemilihan langsung.

Pemilihan langsung Pilwakot Bengkulu yang pertama dimenangi Ahmad Kanedi yang sekarang anggota DPD RI. Ketika itu, Bang Ken mengalahkan alm. Chalik Effendi.

Pertarungan Bang Ken dengan alm. Chalik Effendi menjadi menarik karena ketika itu Bang Ken adalah wakil walikota dengan posisi walikota dijabat alm. Chalik Effendi. Cerita Bang Ken dan alm. Chalik Effendi tersebut persis sama dengan Helmi Hasan dan Patriana Sosialinda sekarang.

Setelah Ahmad Kanedi menjabat, nasibnya sama dengan alm. Chalik effendi. Pada Pilwakot sistem pemilihan langsung kedua tahun 2012, Bang Ken takluk dengan Helmi Hasan. Pertarungannya berlangsung menarik hingga dua babak alias putaran.

Kali ini, jika Helmi Hasan duduk sebagai calon, dia dihadapkan dua opsi nasib. Bernasib sama dengan pendahlunya alm. Chalik Effendi dan Ahmad Kanedi atau menciptakan sejarah sebagai calon petahana pertama yang berhasil memperpanjang masa jabatan lima tahun kedua.

Bagaimana dengan Erna Sari Dewi ?. Perempuan cantik yang juga akan menjadi calon walikota. Kemunculan ESD (sapaan Erna Sari Dewi) sebagai bakal calon tidak lagi mengejutkan. Sama seperti Helmi Hasan dan Patriana Sosialinda, kemunculan ESD sudah ditebak sejak beberapa bulan lalu.

Dalam Pilwakot sekarang Erna bisa menjadi sejarah. Awalnya, ketika menjadi Ketua DPRD Kota, Sekjen DPW Nasdem ini sudah menjadi sejarah.

Dia wanita pertama yang duduk sebagai Ketua DPRD Kota. Sebelum-sebelumnya kursi ketua selalu diisi kaum pria. Sedangkan perempuan, paling banter menjadi wakil ketua seperti yang pernah diraih Patriana Sosialinda.

Lantas adakah sejarah yang akan diciptakan Patriana Sosialinda?. Tentu saja jawabannya ada. Pertama, sama dengan ESD, bila memenangi pilwakot dia akan menjadi perempuan pertama yang menjadi Walikota Bengkulu.

Bahkan sekarang Linda (sapaan akrab Patriana Sosialinda) sudah mencatatkan sejarah sebagai wakil walikota pertama dari golongan perempuan.

Purnama Sakti, Pemimpin Redaksi RBTV.

Kemudian ada sejarah lain yang bisa ditorehkan Ketua DPD Golkar kota ini. Sebagian orang, khususnya yang berusia 40 tahun ke atas dan sudah lama tinggal di Kota Bengkulu, tentu saja mengenali orang tua linda. Ialah Syafiudin Walikota Bengkulu periode 1980 hingga 1985. Nah, sekarang Linda ada kesempatan menyamai capaian orang tuanya.

Artinya, jika saja Linda menang Pilwakot, dia adalah orang pertama di Bengkulu yang bisa menyamai prestasi orang tua, sama-sama sebagai Walikota Bengkulu.

Lalu bagaimana dengan Dani Hamdani?. Kemunculan Dani sebagai kandidat walikota sebenarnya sudah menciptakan sejarah. Rekor Dani berkaitan dengan Helmi Hasan dan Patriana Sosialinda. Misalkan Dani Hamdani, Helmi Hasan dan Patriana lolos sebagai calon, ini adalah kali pertamanya ada calon yang dua kali berhadapan dalam Pilwakot Bengkulu.

Lima tahun lalu, Dani Hamdani mencalonkan diri sebagai wakil walikota berpasangan dengan Ahmad Kanedi. Lawannya, Helmi Hasan dan Patriana Sosialinda.

Tahun ini, peluang untuk kembali saling berhadapan lagi sangat mungkin terjadi. Perbedaannya, bila periode lalu satu kubu melawan satu kubu, kali ini ada tiga kubu yang akan saling mengalahkan. Dani Hamdani vs Helmi Hasan vs Patriana Sosialinda.

Catatan menarik lainnya, Dani Hamdani akan menjalani tiga kali Pilkada. Sebelum mencalonkan diri sebagai walikota (saat ini), Dani pernah mencalonkan diri sebagai calon wakil walikota berpasangan dengan Ahmad Kanedi (hasilnya kalah dengan pasangan Helmi Hasan-Patriana Sosialinda) dan pernah juga mencalonkan diri sebagai wakil gubernur berpasangan dengan Sudirman Ail (hasilnya kalah dengan pasangan Agusrin M Najamudin dan Junaidi Hamsyah).

Perjalanan tiga kali mencalonkam diri seperti Dani Hamdani ini pernah dilakukan beberapa orang lainnya di Bengkulu. Pertama Ahmad Hijazi (sekarang Bupati Rejang Lebong) yang pernah melakoni tiga kali pemilihan Bupati Rejang Lebong. Orang kedua, Lenny Jhon Latief (mantan anggota DPRD Kota Bengkulu) yang pernah mencalonkan diri sebagai Walikota Bengkulu, Bupati Kepahiang dan Bupati Lebong)

Sejarah lain yang bisa dilakukan Dani Hamdani, menjadi walikota pertama yang diusung PKS. Dalam dua Pilwakot sebelumnya, PKS selalu gagal memenangkan calonnya. Pilwakot tahun 2007 PKS mengusung pasangan Hamdani Nasution-Zumratul Aini (hasilnya kalah dengan Ahmad Kanedi-Edison Simbolon). Lalu pada tahun 2012 PKS mengusung calon Ahmad Kanedi-Dani Hamdani (hasilnya kalah dengan Helmi Hasan-Patriana Sosialinda).

Sekarang, tak lengkap jadinya bila prediksi sejarah ini tanpa menyebut nama Mayor. David Suardi dan Jahin Liha Bustami.

Cukup berat memang jalan yang harus ditempuh David dan Jahin. David harus mengumpulkan sekitar 25 ribu dukungan KTP lagi sedangkan Jahin sekitar 35 ribu KTP. Kalaupun mampu mengumpulkan KTP tersebut, belum juga menjadi jaminan mereka bisa duduk sebagai calon, karena masih ada proses verifikasi faktual (pengecekan pemilik KTP benar-benar mendukung kandidat) yang menggunakan sistem sensus (mengecek satu per satu pemilik KTP).

Tapi, walaupun banyak pengamat yang menebak dinamika politik, tapi sudah sifatnya politik yang bisa berubah setiap saat.

Artinya tetap ada kesempatan David dan Jahin bisa menjadi calon. Dan kalau saja keduanya berhasil menjadi calon dan salah satunya menang, artinya mulai tahun ini sampai 2023 Kota Bengkulu akan dipimpin walikota dari jalur perseorangan. Ini adalah yang pertama terjadi.

Itu saja sekelumit warna-warni Pilwakot Bengkulu yang sekarang tahapannya sudah mulai. Ada banyak peluang sejarah yang akan tercipta. Siapapun yang terpilih nantinya, sejarah itu akan tercipta. Mungkin saja ada sejarah lain yang bisa tercipta, selain yang dipaparkan penulis. Namun yang pasti, sejarah itu akan diciptakan masyarakat kota.

Mengakhiri tulisan ini, penulis menegaskan catatan ini hanyalah bagian-bagian untuk menyemarakkan Pilwakot. Tidak ada maksud menguntungkan salah satu kandidat dan merugikan kandidat lainnya. Penulis berhati-hati menuliskan kalimat demi kalimat untuk menghindari ada yang “untung” dan “buntung”. Tetapi kalau saja dinilai masih ada menguntungkan seseorang, mohon maaf.

Sebuah catatan Redaksi RBTV

(oleh: Purnama Sakti)

 

Berita Terkini

To Top