Ekonomi & Bisnis

Petani Kelapa Sawit Seluma Buang Hasil Panennya

Buah sawit yang tak tertampung dibiarkan membusuk, akibat anjloknya harga TBS.

CamkohaNews – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Seluma saat ini sangatlah memprihatinkan. Sejak pasca lebaran hingga kini, para petani kebingungan untuk menjual hasil panennya, lantaran banyaknya pengepul/toke yang menolak, karena jumlah TBS yang ditampung sudah diluar kapasitas pabrik CPO yang ada di Kabupaten Seluma saat ini, yang jumlahnya sangat minim yakni di PT Agro Indah Persada, PT Agri Andalas, dan PTPN VII unit Talo – Pino Pring Baru.

Para petani sawit di Kabupaten Seluma banyak yang merugi, karena tidak sedikit buah hasil panennya membusuk karena terlalu lama tak diangkut.

“Di seluma indikasinya begini, pabrik yang mau beli sawit rakyat Seluma cuma ada 1 unit, sedangkan pabrik CPO yang lain, buah dari kebunnya saja sudah tidak tertampung, sedangkan di Bengkulu Utara, Kabupaten Mukomuko dan lainnya mungkin punya pabrik relatif banyak yang beli buah sawit rakyat” terang Fajar salah seorang pengepul sawit.

Para pengepul sawit yang terjebak antrean selama 4 malam di PT. AIP Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi.

Hal senada diungkapkan Masrullah salah seorang petani kelapa sawit warga Kelurahan Masmambang Kecamatan Talo. Masrullah mengeluhkan minimnya jumlah pabrik CPO di Kabupaten Seluma menjadi penyebab rendahnya harga komoditas TBS, dibandingkan di Kabupaten tetangga lainnya, karena harga TBS saat ini ditangan pengepul hanya dihargai Rp 450 per kilogramnya.

“tolonglah pemerintah jangan tutup mata, kelapa sawit ini kan produk utama mayoritas masyarakat petani di Kabupaten Seluma, sudah seharusnya pabrik CPO ini ditambah sehingga ada persaingan harga”, ucap Masrullah.

Sementara itu, rendahnya harga komoditas kelapa sawit saat ini, tidak sedikit para petani enggan memanen kelapa sawitnya, bahkan memilih membuang hasil panennya, karena ditolak banyak pengepul yang sudah tidak mampu menampung lagi.

(Hari Adiyono)

Berita Terkini

To Top