Ekonomi & Bisnis

Perusahaan Perkebunan Diwajibkan Dirikan Pabrik CPO

Bupati Seluma, Bundra Jaya.

CamkohaNews – Menyikapi polemik harga sawit di Kabupaten Seluma yang saat ini tengah memanas, langsung disikapi oleh Bupati Seluma H. Bundra Jaya, SH, MH.

Bupati merencanakan dalam waktu dekat akan memanggil manajemen tiga perusahaan perkebunan sawit yang saat ini beroperasi di Kabupaten Seluma. Tiga perusahan tersebut yakni PT. Mutiara Sawit Seluma (MSS) , PT. Sandabi Indah Lestari (SIL), PT. Metatani Palma Abadi (MPA).

“Segera akan kita panggil pimpinannya, untuk meminta mereka juga mendirikan Pabrik CPO di area perkebunan mereka saat ini. Agar semua hasil sawit petani Kabupaten Seluma dapat tertampung dan terlayani,” ujar Bundra.

Dalam pemanggilan tersebut, Bupati juga akan menegaskan kepada pimpinan ketiga perusahaan tersebut, untuk menyanggupi pendirian pabrik CPO tersebut.

“Jika mereka tidak merespon atau tindak sanggup mendirikan pabrik CPO tersebut, kita akan cabut HGU-nya,” tegas Bupati.

Lanjutnya, dirinya menyakini jika ketiga perusahaan perkebunan besar yang ada di kabupaten Seluma ini juga mendirikan pabrik CPO, sangat diyakini permasalahan sawit ini akan teratasi dan semua TBS milik petani akan tertampung semua.

“Kami juga sangat prihatin dengan apa yang dikeluhkan petani sawit saat ini. Oleh karena itu, tindakan tegas terhadap perusahaan perkebunan sawit harus diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini,” ucap Bundra.

Selain akan memanggil perusahaan perkebunan sawit yang belum memiliki pabrik CPO, rencananya Bupati Bundra Jaya juga akan memanggil perusahaan yang telah mendirikan pabrik CPO. Tiga perusahaan tersebut yakni PT. Agri Andalas di Desa Air Periukan Kecamatan Air Periukan, PTPN VII unit Talo Pino Desa Pring Baru Kecamatan Talo Kecil dan PT. Agrindo Indah Persada (AIP) di Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi.

“Untuk perusahaan yang telah memiliki pabrik CPO ini nanti, kita juga akan tekankan juga, untuk memprioritaskan pembelian TBS milik petani. Jangan hanya hanya memprioritaskan produksi dan mengolah TBS miliknya sendiri,” terang Bundra.

Bupati Bundra Jaya juga meminta dan mengharapkan kepada para petani sawit, agar tidak terpancing emosi dengan anjloknya harga sawit saat ini yang hanya akan memperkeruh keadaan dan suasana.

“Permasalahan petani adalah permasalahan kami juga. Untuk itu mohon bersabar, kami tidak akan tinggal diam dan akan berusaha meyelesaikan konflik ini,” demikian Bundra Jaya.

(Hari Adiyono)

Most Popular

To Top