Bengkulu Selatan

Perkara OTT Dirwan Mulai Disidangkan

CamkohaNews – Kontraktor asal Bengkulu Selatan bernama Juhari alias Jukak yang ditangkap KPK bersama dengan Bupati BS Dirwan Mahmud jalani sidang perdananya di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU KPK, Juhari alias Jukak memberikan uang 98 juta kepada Bupati BS agar mendapatkan sejumlah proyek tahun anggaran 2018 dari Dinas PUPR BS.

Permintaan proyek menurut pengakuan Juhari karena dirinya menjadi tim sukses Dirwan dan Gusnan Mulyadi pada tahun 2015 lalu dan saat itu sudah banyak mengeluarkan uang pribadinya untuk kampanye dan itu merupakan janji dari Dirwan dan Gusnan.

JPU KPK Zainal Abidin mengatakan, dalam pertemuan antara Terdakwa, Dirwan dan Gusnan sebenarnya sudah ada perjanjian fee 15 persen utk setiap proyek dan pemberian uang tidak boleh diserahkan langsung kepadanya karena Dirwan mengaku sedang diawasi oleh KPK, sehingga uang diberikan kepada Hendrati istri Dirwan Mahmud.

5 Proyek penunjukan langsung yang diberikan kepada terdakwa Juhari alias Jukak tahun anggaran 2018 dengan Pagu Anggaran 750 juta.

  1. Normalisasi/pengerasan Telaga Dalam menuju Cinta mandi senilai 165 juta.
  2. Peningkatan jalan Desa Tangga Raso (arah jembatan dua ) Kecamatan Pino Raya senilai 185 juta.
  3. Jalan Rabat Beton Desa Napal Melintang Kec Pino Raya senilai 180 juta.
  4. Jalan Rabat Desa Pasar Pino senilai 100 juta.
  5. Rehabilitasi Jembatan Gantung Desa Telaga Dalam Kec Pino Raya senilai 120 juta.

Zainal Abidin, JPU KPK mengatakan sudah menyiapkan 11 orang saksi untuk proses persidangan terdakwa Juhari alias Jukak, termasuk Gusnan Mulyadi selaku Plt Bupati Bengkulu Selatan.

Pasca pembacaan dakwaan, terdakwa melalui kuasa hukumnya Julita mengatakan tidak akan melakukan eksepsi.

Rabu depan, 5 orang saksi yang akan dihadirkan KPK siap memberikan keterangan di muka persidangan yang dipimpin oleh majelis hakim Jonner Manik.

(Agus Faizar)

Most Popular

To Top