Berantas Korupsi

Penyuap Gubernur Bengkulu Divonis 3 Tahun 7 Bulan

CamkohaNews – Jhoni Wijaya, terdakwa pemberi suap kepada Ridwan Mukti sebesar Rp 1 milyar melalui Lily Martiani Maddari, dijatuhi majelis hakim PN Tipikor Bengkulu dengan hukuman 3 Tahun 7 Bulan. Jhoni Wijaya juga dikenakan denda sebesar Rp 200 juta, subsidair 4 bulan kurungan.

Vonis ini hanya lebih ringan 5 bulan dari tuntutan JPU KPK, yang meminta terdakwa dihukum 4 tahun penjara.

Dari keterangan sejumlah saksi sejak awal persidangan, majelis hakim menilai bahwa pemberian uang Rp 1 milyar tersebut murni penyuapan. Jika tidak terjadi OTT oleh KPK, rencananya uang komitmen fee tersebut akan ditambah lagi.

Uang diberikan lantaran Jhoni Wijaya khawatir pasca pertemuannya dengan Ridwan Mukti di kantor Gubernur.

Uang komitmen fee sebesar 10 % tersebut diketahui setelah bertemu dengan Rico Diansari yang mengatakan bahwa Gubernur meminta uang fee 10% dari nilai total kontrak proyek.

Jhoni memberikan uang tersebut bukanlah karena takut proyeknya dibatalkan, melainkan khawatir jika dalam proses lelang selanjutnya akan dipersulit oleh pihak dinas PUPR atas perintah RM, jika tidak memberikan komitmen fee tersebut.

Selain itu, pemberian uang fee bertujuan agar perusahaannya selalu mendapat rekomendasi.

Di tahun 2017 ini , Jhoni Wijaya selaku Kepala Perwakilan PT. SMS cabang Bengkulu mendapat 3 paket proyek dari dinas PUPR dengan nilai kontrak 54 Milyar lebih.

Atas putusan ini, majelis hakim memberi waktu 7 hari untuk berpikir.

Agus Faizar

Berita Terkini

To Top