Bengkulu Utara

Nelayan Trawl Resmi Melapor ke Polisi

Cundo (34 th) yang mengalami luka robek di hidung dan kepala akibat bentrok yang terjadi pada Kamis (1/3) siang.

CamkohaNews – Begitu tiba pada Kamis (1/3) petang di Bengkulu, gabungan nelayan trawl langsung membawa korban Cundo (34 th) ke rumah sakit M. Yunus dan dilakukan visum akibat luka yang dialaminya di hidung dan kepala.

Atas kejadian ini juga, nelayan trawl Pulau Baai sudah melaporkan kejadian dugaan penganiayaan ke Polairut untuk ditindak lanjuti.

(Baca juga: Bentrok Trawl vs Tradisional, 2 Nelayan Terluka)

Selain itu dalam waktu dekat, pihak nelayan trawl juga kembali akan menuntut Dinas DKP untuk segera menyelesaikan polemik yang mereka hadapi.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara, menjelaskan situasi di lokasi tempat pelalangan ikan (TPI) Air Napal Bengkulu Utara telah kondusif.

Seluruh nelayan dapat diantisipasi untuk tidak kembali mengejar kelompok nelayan Pulau Baai yang menggunakan alat tangkap trawl.

Sejauh ini pihak nelayan Air Napal hanya berhasil mengamankan satu alat tangkap trawl milik kelompok nelayan Pulau Baai. Saat hendak ditangkap, kapal yang menggunakan trawl tersebut berhasil kabur dan hanya melepaskan alat trawl di tengah laut.

“Iya sudah kondusif kok, mereka (nelayan Air Napal_red) hanya mengamankan satu alat tangkap. Kita sudah komunikasi agar tidak lagi melakukan pengejaran di laut agar tidak pecah konflik terbuka,” jelas AKPB Ariefaldi Warganegara saat dihubungi RBTV.

(Verdy Dwiansyah, Luki Ruli Affandi)

Berita Terkini

To Top