Ekonomi & Bisnis

Miris, Harga Sawit Kalah Dengan Kerupuk

CamkohaNews – Meski Pemprov Bengkulu telah menetapkan harga TBS ditingkat Pabrik CPO Rp 1.200/kg, namun kondisi ini jauh bertolak belakang dengan kondisi real dilapangan.

Hal ini ditegaskan Jaya (45) salah seorang petani sawit asal Desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo, yang mengatakan harga ditingkat petani jauh berbeda dengan harga dipabrik CPO yang sudah ditetapkan Pemprov Bengkulu karena relatif stabil. Namun yang sangat disayangkan, harga ditingkat petani jauh melebihi standar.

“Kalau Pemprov cuma menetapkan harga di Pabrik itu sudah standar dari kemarin, tapi masalahnya ini bagaimana kalau pabrik itu membatasi penerimaan buah masyarakat, lalu antre terlalu panjang, kemudian pabrik sortir buah sesuka hati dan harga dipetani jelas tidak sesuai yang ditetapkan standar pemerintah,” tegas Jaya.

Lanjutnya, belum adanya Asosiasi Petani Sawit di Kabupaten Seluma saat ini, menyebabkan harga TBS ditingkat petani sangat rentan berubah-ubah.

Sementara itu, tak jauh berbeda tanggapan dengan Kades Pagar Kecamatan Talo Herman Suadi, meski harga TBS telah ditetapkan Pemprov Bengkulu Rp 1.200/kg ditingkat Pabrik, namun harga 1 ton sawit di Talo tidak mampu lagi ditukar dengan beras 1 kaleng atau 16 kg, ini lantaran banyak pengepul yang sudah menolak hasil panen rakyat akibat antrean panjang di sejumlah Pabrik CPO.

Saat ini 1 kg TBS sawit hanya dihargai sekitar Rp 100,- per kilogramnya. Harga ini bahkan jauh dibawah harga jual kerupuk di warung-warung manisan.

“TBS di Talo sudah sangat tidak relevan lagi, 1 ton sawit hasilnya sudah tidak bisa buat beli beras 1 kaleng,” terang Herman Suadi.

(Hari Adiyono)

Berita Terkini

To Top