Ekonomi & Bisnis

Lagi dan Lagi, Izin Trawl Diperpanjang

Ivan Syamsurizal, Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu.

CamkohaNews – Berdasarkan surat edaran (SE) Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP)  RI, penggunaan cantrang atau trawl diperpanjang, selama masa peralihan alat penangkapan ikan yang dilarang sebagai upaya perlindungan nelayan kecil.

(Baca juga: Kapolda Gagas Bengkulu-Ku Aman Kembali Diaktifkan)

  1. Untuk kapal penangkap ikan berukuran di atas 10 GT, sampai dengan 3 bulan
  2. Untuk kapal penangkap ikan berukuran sampai dengan 10 GT, sampai dengan 31 Desember 2017

Ketentuan perpanjangan selama masa peralihan penggantian alat penangkapan ikan yang dilarang beroperasi di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia yakni :

  1. Dilakukan pengukuran ulang terhadap kapal penangkap ikan yang menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang.
  2. Selama masa peralihan, alat penangkapan ikan yang dilarang hanya diperbolehkan beroperasi di wilayah pengelolaan perikanan provinsi sampai dengan 12 mil dengan ukuran selektifitas yaitu mesh size 2 inch pada bagian kantong serta hasil tangkapan tercatat di pelabuhan pangkalan.
  3. Tata cara pengoperasian sesuai dengan keputusan menteri kelautan dan perikanan.
  4. Pemerintah pusat bersama dengan pemda akan melakukan pendampingan yang meliputi pembentukan kelompok kerja, fasilitasi permodalan, relokasi daerah penangkapan ikan, percepatan proses perizinan alat penangkapan ikan pengganti, fasilitasi pelatihan pengoperasian alat penangkapan ikan pengganti, serta tidak menerbitkan sipi baru untuk alat penangkapan ikan yang dilarang.

Dengan adanya pemberlakuan perpanjangan alat tangkap cantrang dan trawl, Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi, akan melakukan sosialisasi ke seluruh nelayan trawl.

Saat ini nelayan trawl hanya tersisa di pelabuhan Pulau Baai, dan di Mukomuko, totalnya 342 nelayan.

Untuk melakukan penggantian alat tangkap, DKP belum sanggup karena membutuhkan anggaran hingga Rp 25 miliar.

(Muhammad Helmy)

Berita Terkini

To Top