Berita Utama

Lagi, Buruh Lepas PTPN 7 Tewas

Warga saat memakamkan korban yang tak bisa lagi diselamatkan.

CamkohaNews – Berselang 3 hari, kecelakaan kerja kembali terulang dialami buruh harian lepas PTPN 7 Unit Usaha Padang Pelawi Kecamatan Sukaraja.

Sebelumnya Rabu lalu (8/11) kecelakaan dialami Suprianto (15) warga Desa Lokasi Baru Kecamatan Air Periukan, Jumat (10/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, giliran Darsah (72) salah seorang nenek yang menjadi buruh harian tewas mengenaskan.

Ini setelah korban terlindas dan tergulung mobil touring jenis Taft yang biasa untuk mengangkut pupuk dan hasil produksi.

Tekat (52), salah seorang saksi mata yang juga menjadi salah satu korban yang selamat kecelakaan ini, mengatakan kejadian kecelakaan kerja ini berawal, saat mobil touring nahas yang dikendarai Ngadiyo (45) tersebut mengangkut sekitar 15 orang karyawan harian lepas PTPN 7 unit usaha Padang Pelawi yang rata-rata perempuan, dan sudah berusia lanjut.

Sebagaian besar para karyawan ini mendapatkan tugas menyemprot rumput dan memupuk. Namun nahas saat ditanjakan kondisi jalan yang licin karena sehabis hujan semalaman, membuat Mobil yang ditumpangi belasan orang ini oleng, dan kemudian tergelincir ke sisi kanan badan jalan di areal perkebunan karet afdeling 53 PTPN 7.

Saat mobil tergelincir, sopir dan belasan penumpang berhasil selamat dan memilih beristirahat sejenak disekitar mobil yang mereka tumpangi, dan sebagian karyawan lainnya membantu meluruskan kembali mobil touring yang semula tergelincir.

“Mobil ini biasanya untuk mengangkut barang, tapi karena diperintahkan atasan ya kita bantu buat ngangkut belasan karyawan ini,” tutur Ngadiyo sang Sopir.

Nahasnya karena TKP berada di tanjakan, posisi mobil yang berhasil diluruskan kembali ini justru tiba-tiba mundur, dan seketika itu nenek Darsah (72) yang duduk disiringan dan berjarak sekitar 3 meter dari Mobil nahas ini, tak dapat menghindar lagi saat korban berupaya menyelamatkan tasnya yang berisi bekal makan siang, meski telah diteriaki awas oleh rekan korban lainnya.

“Mbah Darsah tadi sudah diingatkan agar jangan duduk dibelakang mobil, karena posisi berada ditanjakan jalan, tapi kayaknya Almarhumah masih trauma setelah tegelincir tadi,” terang Tekat, salah seorang rekan korban.

Diduga korban yang masih trauma pasca tergelincir, membuat tubuhnya yang renta gemetaran dan tak mampu bergerak banyak, hingga seketika itu korban saat itu duduk dibelakang mobil langsung tergulung dan terlindas dikolong gardan mobil, hingga menyebabkan korban tewas mengenaskan di tempat kejadian dengan beberapa luka robek di kepala, lebam di punggung dan patah tulang terbuka pada betis kaki kanan.

Jasad korban yang terjebak dibawah kolong mobil, akhirnya berhasil dievakuasi setelah beberapa menit kemudian puluhan rekannya berusaha membantu mengangkat tubuh korban yang terjebak di kolong mobil, dan langsung melarikannya ke Puskesmas Cahaya Negeri.

Karena nyawa korban sudah tidak dapat tertolong lagi, jenazah akhirnya langsung dibawa ke rumah duka di Desa Sidosari Kecamatan Sukaraja dan dimakamkan di TPU desa setempat sebelum sholat Jumat.

Sementara itu, sang Sopir Ngadiyo langsung mengamankan diri ke Polsek Sukaraja, dan dimintai keterangan oleh penyidik bersama para buruh lainnya yang menjadi saksi mata dalam peristiwa ini.

(Hari Adiyono)

Berita Terkini

To Top