Berantas Korupsi

Kesaksian 3 Dewan Beratkan Bando Amin

CamkohaNews – Tiga anggota DPRD dan seorang ASN Kepahiang yakni Edwar Samsi, Rica Denisa, Adrian Devandra dan Yustina (PNS Sekwan/notulen rapat) dihadirkan JPU Kejari Kepahiang sebagai saksi, dalam perkara dugaan korupsi pembelian lahan TIC (Tourist Information Center) yang menjerat Mantan Bupati Kepahiang Bando Amin C.Kader, Samsul Yahelmi Kabag Umum Pemerintahan dan Safuan pemilik lahan.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu, kesaksian 3 Wakil Rakyat Kabupaten Kepahiang yang menjadi anggota banggar sangat memberatkan terdakwa Bando Amin.

Kesaksian Adrian Devandra selaku ketua banggar, usulan yang diajukan Bando dalam KUAPPAS untuk pembelian lahan sebesar 8 M, namun DPRD Kepahiang hanya menyetujui Rp 5,6 M.

Namun dalam kenyataannya, pencairan yang ditanda tangani oleh Ketua DPRD dan Bupati sebesar Rp 8 M.

Edwar Samsi selaku anggota Banggar mengatakan, pembelian lahan TIC terungkap saat pembentukan Pansus Aset.

Ketika rapat APBDP Tahun 2015, pengajuan pembelian lahan hanya diajukan secara garis besar atau gelondongan, tidak diperjelas secara rinci.

Banggar memberi rekomendasi pembelian lahan untuk perluasan kantor camat Ujan Mas, BPBD, Rumdin Wabup, Rumdin Ketua DPRD dan Lapas.

Hal serupa juga dikatakan oleh Rica Denisa, anggota Komisi 1 ini tidak tahu secara rinci materi pembahasan APBDP.

“Saya hanya ikut rapat di pembahasan APBD reguler. Kalau pembahasan lahan yang ada hanya, LP, Rumdin Wakil Bupati, BPBD, Rumdin DPRD, Lahan Kantor Camat Ujan Mas tapi tidak tahu soal TIC,” terang Rica Denisa.

(Agus Faizar)

 

Most Popular

To Top