Feature

Kalamansi, Satu Jeruk Sejuta Manfaat

Hai!
Ada yang pernah ke Bengkulu?

Udah coba Jeruk Kalamansi?
Pernah dengar tentang Sirup Kalamansi?

Jeruk Kalamansi (foto dari Apura)

Yup! Kali ini mau bagiin cerita tentang tanaman satu ini. Jeruk Kalamansi atau bahasa ilmiahnya (bahasa latin) Citrofortunella microcarpa ini banyak dibudidayakan di Bengkulu.

Asalnya sendiri dari Republik Rakyat Tiongkok, tetapi banyak menyebar ke Asia Tenggara dan sekitarnya.

Jeruk Kalamansi ini sendiri rasanya asam dan berbau harum. Buah jeruk kalamansi memiliki kulit dengan permukaan halus dan berpori minyak, berwarna kuning, atau berwarna hijau kekuning-kuningan. Besarnya hanya berdiameter antara 3–4 cm. Unyu kan?

Jeruk Kalamansi (Inggris: calamondin atau calamansi; Melayu: limau kesturi) banyak dimanfaatkan oleh ibu-ibu di sini sebagai pelengkap rasa asam pada makanan.

Terkadang digunakan juga sebagai penghilang bau amis untuk ikan. Bahkan bisa dimanfaatkan sebagai penghilang dan pencegah ketombe dan bau badan.

Selain itu beberapa pedagang makanan atau rumah makan juga menggunakan jeruk Kalamansi sebagai bahan pembuat minuman jeruk.

Lalu apa saja varian menu dan cara penyajiannya? yang penasaran bisa baca lengkapnya di sini yah. (Apura)

#baca jugaPantai Way Hawang, Hikayat Si Pahit Lidah & Malin Kundang!

Berita Terkini

To Top