Berita Utama

Kades & Warga Geruduk Tambang Pasir

Kades Pasar Seluma dan Perangkat Desa menghentikan aktifitas perusahaan yang diduga ilegal, di lokasi bekas tambang pasir besi PT Famiaterdio Nagara.

CamkohaNews – Didampingi perangkat desanya dan Kapolsek Seluma, Kades Pasar Seluma Hartoni Senin pagi (11/6) sekitar pukul 09.40 wib, menggeruduk aktifitas perusahaan baru berinisial PT (R).

Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan ini masuk ke wilayah Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan tanpa sepengetahuan dan seizin Kades, dilokasi bekas tambang pasir besi PT. Famiaterdio Nagara yang dahulunya pernah menimbulkan bentrokan warga setempat pada tahun 2009 – 2010 silam.

Kades Pasar Seluma Hertoni menyayangkan perusahaan yang belum diketahui legalitasnya ini masuk ke desanya tanpa izin dan sepengetahuannya. Bahkan Pemkab Seluma diduga kecolongan dengan adanya aktifitas tambang pasir besi yang diduga tidak mengantongi izin Amdal dan lingkungan bagi pemukiman penduduk setempat.

“Saya sangat menyesalkan perusahaan ini nyelonong masuk tanpa ada pemberitahuan perangkat desa dan masyarakat desa, atau bahkan Pemkab Seluma pun tidak tahu keberadaan perusahaan ini, yang jelas perusahaan ini berdasarkan informasi,¬† awalnya berasal dari Kaur, dan pindah ke Pasar Seluma karena ada masalah,” terang Hertoni.

Lanjutnya, karena tidak ingin kejadian tahun 2009 – 2010 yang silam terulang kembali, masyarakat Desa Pasar Seluma yang sudah berangsur-angsur damai kembali bergolak, Kades Pasar Seluma dengan tegas untuk menutup dan menghentikan segala aktifitasnya di bekas tambang pasir besi PT Famiaterdio Nagara.

“Jangan sampai kejadian pilu dulu terulang lagi, kami minta perusahaan ini untuk segera menghentikan aktifitasnya, sebelum memicu polemik baru ditengah-tengah masyarakat,” tegas Kades Pasar Seluma Hertoni.

Sementara itu, salah seorang karyawan PT berinisial Eman (40) mengaku tidak mengetahui banyak legalitas perusahaan tempatnya bekerja, karena pekerjaannya saat ini hanya melakukan bongkar muat peralatan mesin dan beberapa alat penunjang yang digunakan untuk penambangan pasir besi.

“Kami tidak tahu menahu tentang polemik di Desa Pasar Seluma ini, kami lebih baik pulang, dari pada jadi bulan-bulanan warga disini, namun ijinkan kami untuk membongkar peralatan yang telah dimuat dari truk, karena kami hanya mencari sesuap nasi,” ucap Eman.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan kembali, Kapolsek Seluma Iptu Joni Naibaho menegaskan Kades untuk segera menggelar rapat di Desa, dengan mengundang pihak penghubung dengan pihak perusahaan untuk dimusyawarahkan.

“Karena ini sifatnya baru pengaduan, kami belum bisa melakukan penyelidikan, namun saran kami pihak perusahaan dan perangkat desa harus menemukan jalan solusi,” tegas Iptu Joni Naibaho.

(Hari Adiyono)

To Top