Berantas Korupsi

Jukak Ajukan Jadi Justice Collaborator

CamkohaNews – Rabu (5/9), Sidang OTT KPK yang menjerat Bupati non aktif Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, Hendrati istri Dirwan dan Juhari alias Jukak kontraktor lokal dilanjutkan di PN Klas 2A Bengkulu dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa Juhari alias Jukak.

Dihadapan Majelis Hakim, Jukak mengaku di intervensi oleh Dirwan Mahmud.

“Waktu pemeriksaan di KPK, hari itu Jumat Pak, saya ketemu Pak Dirwan di masjid untuk shalat Jumat. Di masjid itu Pak Dirwan minta jangan ngaku kalau ditanya penyidik. Kau dak usah pusing, keluargamu nanti aku yang jamin.”

Bersama kuasa hukumnya, Jukak akhirnya mengajukan permohonan Justice Collaborator.

Julita selaku kuasa hukum berharap, pimpinan Kpk dapat mengabulkan permohonan kliennya agar tuntutan hukuman nanti bisa lebih ringan, apalagi Jukak sudah mengakui semua hal dan fakta yang ada, mulai dari proses penyidikan hingga persidangan.

Zainal Abidin JPU KPK membenarkan apa yang disampaikan Jukak.

“Terdakwa Jukak sudah membeberkan semua fakta yang ada dan tidak ada yang ditutupi. Untuk pengajuan JC, nanti kami akan serahkan ke pimpinan.¬†Pengakuan terdakwa tersebut akan menjadi pertimbangan kami saat melakukan penuntutan nanti. Terkait masalah intervensi Dirwan, itu juga menjadi pertimbangan penyidik.”

Agus Faizar

Most Popular

To Top