Bengkulu Selatan

JC Ditolak, Jukak Dituntut 2,5 Tahun Penjara

CamkohaNews – Berlokasi di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Juhari alias Jukak jalani persidangan dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan.

Jukak kontraktor lokal asal Bengkulu Selatan yang ditangkap bersama Bupati non aktif Dirwan Mahmud, dituntut oleh penuntut umum KPK dengan hukuman 2,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidaer 6 bulan kurungan.

Selama proses persidangan dan dari keterangan 13 orang saksi, Jukak dinilai penuntut umum KPK bersalah dengan melakukan penyuapan atau memberi fee proyek kepada Dirwan Mahmud.

Hal tersebut terbukti dari rekaman telpon antara Jukak dan Nursilawati. Dalam rekaman, Jukak awalnya menanyakan keberadaan Dirwan untuk memberikan uang.

Juhari juga tak bisa mengelak, karena KPK mempunyai bukti rekaman telpon di hari berikutnya. Dalam percakapan antara Juhari dan Nursilawati, keduanya sepakat bertemu dirumah pribadi Dirwan untuk memberikan uang 75 juta.

Walaupun Nursilawati mengaku telah menerima total uang 98 juta, namun Dirwan mengaku tidak tahu menahu soal pemberian uang tersebut, padahal Dirwan telah bicara langsung bahwa soal fee proyek agar dikomunikasikan dengan Kadis PUPR atau Istrinya Hendrati.

Dalam pembacaan tuntutan, KPK menolak permohonan Justice Collaborator terdakwa Juhari alias Jukak karena terdakwa merupakan  Pelaku utama sebagai pemberi suap.

(Agus Faizar)

Most Popular

To Top