Berantas Korupsi

Jaksa Tahan Husni Thamrin Di Rutan Malabero

Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin saat akan dikirim jaksa ke Rutan Malabero Kota Bengkulu.

CamkohaNews – Setelah 2 berkas perkara tahap II terkait kasus dugaan Korupsi proyek pembangunan Jalan Desa Nanti Agung – Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo yang melibatkan Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin dan 5 PNS di Dinas PUPR Seluma diteliti, Kejaksaan Negeri Seluma Rabu (3/10) sore sekitar pukul 17.00 wib akhirnya menyatakan berkas yang dilimpahkan Polda Bengkulu dinyatakan lengkap dan dapat diproses hukum selanjutnya.

Kajari Seluma Ardito Muwardi, SH.MH menegaskan dari pemeriksaan berkas intensif yang telah dilakukan dari pukul 11.55 wib, dari 6 tahanan yang dilimpahkan hanya 5 tahanan yang dititipkan ke Rutan Malabero Kota Bengkulu yakni Trideska Rusman, Batra Nopen, Emrald Balaputra, Feri Andrian, sedangkan 1 tahanan bernama Eka Rosaria Apriani ditangguhkan, karena riwayat penyakit yang sedang dideritanya.

“dari 6 tersangka yang kita terima, 5 tersangka kita titipkan ke Rutan Malabero Kota Bengkulu, tapi tersangka atas nama Eka Rosaria Apriani tidak kita tahan karena sedang sakit”, terang Kajari Seluma Ardito Muwardi.

Sebelum masuk ke mobil tahanan Kejari Seluma, dihadapan awak media Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin menegaskan akan tetap melakukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Kota Bengkulu, sesuai anjuran Hakim Pengadilan Negeri Tais yang semula menolak praperadilannya karena salah sasaran dalam gugatannya.

“sesuai anjuran Hakim Pengadilan Negeri Tais, praperadilan tetap akan saya lakukan ke Pengadilan Negeri Kota Bengkulu, dan kalau memang saya yang dicari maka cukuplah saya yang ditahan, kuat kaitannya dengan politik sampai 13 PNS yang menjadi korban, karena mereka punya keluarga yang hancur karena ini”, ucap Husni Thamrin.

Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin disangka terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Desa Nanti Agung – Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo di Dinas PU Seluma pada tahun anggaran 2013 lalu.

Sementara itu, dari hasil audit BPKP Provinsi Bengkulu, proyek pembangunan jalan Desa Nanti Agung – Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo, negara dirugikan Rp 444 juta, dari nilai proyek sebesar Rp 1,2 miliar.

(Hari Adiyono)

Most Popular

To Top