Bengkulu Tengah

Ini Kronologis Pembunuhan ASN Kemenag Benteng

Petugas kepolisian saat melakukan reka adegan di lokasi ditemukannya jasad korban di kawasan Pulau Baai.

CamkohaNews – Polisi langsung melakukan reka adegan, beberapa saat setelah berhasil meringkus tersangka pelaku pembunuhan terhadap Siti Musyarofah (45 th), ASN Kemenag Benteng yang ditemukan membusuk pada Rabu (11/10) lalu.

(Baca juga: Pelaku Tak Lain Suami Sobat Karib Sendiri)

Setelah meringkus Ba (51 th) yang merupakan mantan pacar korban sendiri saat masih muda, polisi langsung membawa pelaku menuju parkiran Mega Mall Bengkulu, untuk mengambil sepeda motor istri pelaku yang ditinggalkan korban sebelum berjalan bersama dengan pelaku.

Di sini polisi juga langsung melakukan reka adegan, pertemuan antara pelaku dan korban sebelum akhirnya keduanya memutuskan pergi bersama dengan mengendarai satu sepeda motor.

Pelaku saat menunjukkan sepeda motor istrinya yang dipinjam korban, sebelum akhirnya ditinggal di parkiran Mega Mall untuk pergi berdua bersama pelaku.

Pelaku lalu langsung digiring menuju tempat-tempat sesuai rute perjalanannya bersama korban, sesaat sebelum eksekusi hingga saat pelaku meninggalkan mayat korban.

(Baca juga: Dibalik Kematian Siti, CLBK Yang Berujung Tragis)

Berikut kronologis lengkap pembunuhan terhadap Siti Musyarofah:

  • Jam 10.00 WIB (Senin 2/10), korban dan pelaku bertemu di Mega Mall Kota Bengkulu. Sepeda motor korban kemudian ditinggalkan di parkiran Mega Mall.
  • Pelaku dan korban, kemudian menyetorkan uang ke Bank Mandiri Syariah (mengendarai motor pelaku).
  • Sekitar pukul 11.00 WIB, pelaku dan korban berjalan ke pantai dan makan di sebuah warung, (pelaku dan korban ribut mulut). Pelaku kemudian membanting HP korban hingga pecah dan ditinggalkan di lokasi.
  • Pukul 12.00 WIB, pelaku mengajak korban untuk pulang. Tapi korban menolak, dan memilih mengajak pelaku untuk jalan-jalan.
  • 13.00 WIB, korban dan pelaku sampai di Teluk Sepang. Keduanya lalu memarkirkan sepeda motor di sebuah pondok. Keduanya lantas masuk ke area kebun sawit.
  • 13.30 WIB, korban dan pelaku kembali ribut mulut. Pengakuan pelaku, korban yang mengambil kayu dan hendak memukulnya namun kemudian kayu tersebut direbut oleh pelaku.
  • 14.00 WIB, saat duduk menghadap air, pelaku memukul korban dua kali yang mengenai rahang kanan dan pundak belakang, hingga korban tidak sadarkan diri.
  • Pelaku kemudian meninggalkan korban.
  • Rabu, 11 Oktober sore, jasad korban ditemukan tak sengaja oleh salah seorang warga yang tengah mencari kayu.

(Achmad Affandi)

Berita Terkini

To Top