Berita Utama

Giliran Spanduk JAD Hebohkan Kota Bengkulu

CamkohaNews – Belum lagi terungkap oknum yang memasang spanduk dan poster diduga milik Hizbut Tahrir Indonesia, kali ini masyarakat kota Bengkulu khususnya pengguna media jejaring sosial WhatsApp dihebohkan dengan foto spanduk Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Spanduk tersebut terpampang di pagar stadion Sawah Lebar dan kawasan pasir putih Pantai Panjang.

Belum diketahui pasti kapan spanduk tersebut dipasang. Sementara pantauan RBTV Jumat (31/8) pagi, spanduk berlatar putih bertuliskan bersama tegakkan sistem khilafah JAD Provinsi Bengkulu yang terpampang di dua lokasi ini sudah dicopot, tidak terpasang lagi.

Weni, salah seorang pedagang di kawasan pasir putih Pantai Panjang mengaku tidak mengetahui terkait spanduk JAD yang dipasang di tiang reklame bundaran pasir putih tersebut.

Selaku pedagang, dia mengaku khawatir. Karena pedagang maupun pengunjung dibuat tidak nyaman dengan beredarnya spanduk yang diduga milik salah satu jaringan terorisme tersebut.

“Yo takutlah, kito kan jualan nak nyaman, kalau cak iko takut pulo,” ungkap Weni.

Sementara itu kepala Kesbangpol kota Bengkulu Ali Armada dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun Badan Intelijen Daerah.

Dari pengamatannya, secara organisasi HTI dan JAD tidak ada di Kota Bengkulu. Namun diduga pemasangan spanduk tersebut dilakukan oleh oknum perorangan.

“Menurut dari pengamatan kami bahwa JAD dan HTI itu secara organisasi tidak kelihatan di Kota Bengkulu. Hanya jika ada pemasangan spanduk menurut pengamatan kami, itu ada tindakan pribadi atau perorangan yang ingin menyebarkan berita-berita hoax dan isu sara”, ujar Ali Armada.

Merespon keresahan masyarakat ini, Kasatpol PP Kota Bengkulu Mitrul Ajemi meminta agar Linmas di setiap kelurahan ikut mengawasi.

“Ini harus ada keterlibatan secara aktif dari Linmas dan masyarakat untuk ikut mengawasi demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Bengkulu”, pungkas Mitrul.

(Septi Fitriani)

Most Popular

To Top