Berita Utama

Giliran Sopir Angkot Demo Minta Grab Ditutup

CamkohaNews – Sekitar 20 orang perwakilan angkot 5 warna merah, putih, biru, hijau dan kuning, menggelar aksi di depan Stadion Sawah Lebar pada Kamis siang (2/8). Aksi ini digelar dalam memprotes keberadaan Grab di Kota Bengkulu.

Iqbal, salah seorang perwakilan sopir angkot mengatakan keberadaan Grab menyulitkan ekonomi mereka.

Semenjak kehadiran Grab, pemasukan mereka berkurang drastis sebesar 50 persen. Jika dalam satu hari biasanya pendapatan Rp 120 ribu, saat ini hanya mampu mendapat setengahnya, belum lagi dipotong biaya minya yang terus naik.

Selain itu para sopir ini juga mempertanyakan izin Grab yang hingga saat ini tidak ada. Berbeda dengan para sopir angkot yang mengantongi izin resmi mulai dari izin trayek, NPWP hingga berbadan hukum melalui koperasi. Karenanya para sopir angkot ini meminta aplikasi Grab di bengkulu ditutup.

Yeki, perwakilan sopir angkot juga mengancam jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pemerintan mereka akan melakukan aksi lanjutan dan menyerahkan izin trayek mereka ke Dishub Kota Bengkulu lantaran dinilai tidak berguna jika melihat grab yang tidak memiliki izin trayek sama sekali.

Perwakilan masa juga merancang akan menyampaikan tuntutan secara langsung ke Dishub Kota Bengkulu.

Sementara itu, manajemen Grab Bengkulu yang di komandoi Yayan, mengaku saat ini terkait perizinan Grab Car yang harus berbadan hukum sesuai peraturan Menteri Perhubungan nomor 708, pihaknya sudah meminta para mitranya yakni Grab Bike dan Grab Car agar tidak tersulut emosi sembari menuinggu izin resmi keluar.

Verdi Dwiansyah

Berita Terkini

To Top