Berita Utama

Dinkes Kota Buka Posko KLB

CamkohaNews – Dinas Kesehatan Kota Bengkulu melalui Puskesmas Penurunan membuka posko penananganan korban keracunan makanan di Kelurahan Belakang Pondok Kecamatan Ratu Samban.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan korban keracunan yang bertambah banyak.

Sebelumnya, kasus keracunan massal menimpa puluhan warga di empat RT kelurahan Belakang Pondok yakni RT 8, 9, 7, dan 6 serta warga di kelurahan Pengantungan Senin (16/4) malam.

Mereka mengalami gejala keracunan setelah pada Minggu (15/4) menyantap makanan yang disajikan dalam acara hajatan pernikahan warga di RT 8 kelurahan Belakang Pondok.

Hingga Selasa (17/4) siang, setelah dilakukan pemeriksaan di posko, ada tiga warga lagi yang dibawa ke RSUD kota.

Data Dinkes kota, total ada 8 pasien yang dirawat di RSUD Kota, 6 pasien di RS Rafflesia. Data tersebut masih bersifat sementara karena data masih dihimpun oleh petugas di lapangan, karena hingga Selasa siang menurut laporan Lurah Belakang Pondok, ada warga yang juga dirujuk ke RSMY.

Di sisi lain Dinkes juga mengambil sampel makanan yang diduga sebagai penyebab terjadinya keracunan.

Nantinya sampel makanan akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium Dinkes Provinsi dan BPOM untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Makanan yang disajikan dalam hajatan tersebut antara lain rendang, gulai nangka, sambal, soto dan ayam.

Kadis Kesehatan kota Susilawaty yang datang meninjau posko mengatakan, hasil uji laboratorium kemungkinan baru bisa diketahui paling lambat lima hari atau satu minggu kedepan.

“Sampel muntahan dan BAB sudah kita kirim ke Laboratorium daerah provinsi Bengkulu, sedangkan sampel makanan dibawa ke BPOM,” terang Susilawaty.

Sementara itu, dari pihak keluarga yang menggelar hajatan mengaku terkejut dan tidak menyangka dengan peristiwa keracunan yang dialami puluhan warga yang pada Minggu lalu menghadiri dan menyantap hidangan di acaranya. Padahal sudah tiga kali menggelar hajatan, hidangan yang diolah sendiri di rumah tidak pernah terjadi keracunan.

Nurlela, ibu pengantin perempuan menceritakan, gejala mencret, muntah dan lemas juga dialami tujuh orang anggota keluarganya termasuk anaknya yang ke-8 yang merupakan pengantin perempuan dan sang suami.

“Keluarga ada yang kena, ini adek dari Jambi juga mencret”, terang Nurlela.

Terlepas dari itu, Nurlela dan keluarga besar menyatakan permohonan maaf kepada seluruh warga. “Kami sekeluarga minta maaf, siapa aja warga terkena karena kami tidak tahu juga,” ungkap Nurlela sembari meneteskan air mata.

Septi Fitriani

Most Popular

To Top