Seluma

Diklaim Bukan Judi, Lapak Uji Ketangkasan Pasar Malam Kembali Dibuka

Lapak permainan uji ketangkasan memanah kembali dibuka setelah diklaim tokoh masyarakat setempat bukan judi.

CamkohaNews – Setelah sempat ditutup selama tiga hari sejak Sabtu malam (3/3), akhirnya Rabu malam (7/3) arena permainan uji ketangkasan yang ditampilkan di Pasar Malam yang digelar di Kelurahan Sembayat, kembali dibuka. Tiga jenis permainan yang sempat ditutup tersebut yakni Lempar kaleng, lempar bola Pimpong dan Lempar panah.

Pengelola Pasar Malam Kelurahan Sembayat, Rizal (37) mengatakan tiga permaian tersebut bukan termasuk judi, namun hanya uji ketangkasan.

‘’Permainan itu sama halnya dengan permainan yang ada di Mall, jadi bukan judi,’’ ucap Rizal.

Dikatakan Rizal, dalam permainan tersebut pengunjung hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 5 ribu untuk setiap jenis permainan tersebut, seperti untuk lempar panah, akan mendapatkan tujuh pucuk panah dan lima buah bola untuk lempar kaleng dan bola pingpong.

“Jika beruntung pemain akan mendapatkan hadiah mulai dari alat rumah tangga hingga Handpone yang telah disiapkan panitia,” kata Rizal

Selain itu lanjut Rizal, dalam menggelar hiburan Pasar Malam tersebut, dirinya telah mengurus izin lengkap. Baik dari pemerintahan setempat juga pihak kepolisian.

“Sejak ditutupnya tiga permainan tersebut, pasar malam jadi sepi pengunjung. Padahal kami juga berkontribusi pada warga di kelurahan Semabayat ini, seperti dari parkir dan biaya kebersihan lapak jualan,” tukas Rizal.

Sementara itu Ketua RT 1 Kelurahan Sembayat, Maman Kusdito mengatakan dengan adanya Pasar malam di Sembayat, tidak ada warga yang merasa dirugikan. Bahkan sebaliknya, dengan adanya pasar malam ini menjadi ada pemasukan untuk kas RT melalui Parkir dan biaya kebersihan lapak pedagang.

“Saya tegaskan Kami di Sembayat ini tidak merasa terganggu dengan adanya pasar malam ini. Malahan kalau bisa, kami ingin kontrak Pasar malam ini diperpanjang,” ujar Maman.

Sementara itu, Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhamadiyah Kabupaten Seluma, Yaman R menanggapi tentang tiga permainan tersebut. Menurutnya jika permainan tersebut hanyalah hiburan dan tidak ada pihak yang dirugikan dan pihak berwajib mengizinkan, sehingga permainan itu bisa digelar.

“Kalau saya tidak terlalu mengurusi hal itu, selama tidak membuat ricuh permainan itu dan tidak ada mudaratnya  tidak jadi persoalan,” tukas Yaman.

(Hari Adiyono)

Berita Terkini

To Top