Berita Utama

Catut Nama Dandim 0409 RL, OTD Sikat Rp 23 Juta

Letkol Kav. Budi Wirman (Dandim 0409).

CamkohaNews –  Belum genap sebulan menjabat sebagai Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, pelaku penipuan sudah mencatut nama Letkol Kav. Budi Wirman SSos, Pd.Dip.PICT untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Bahkan dari aksi penipuan tersebut, setidaknya sudah ada dua orang yang menjadi korban penipuan. Dimana dari dua orang tersebut uang yang berhasil diraup pelaku mencapai Rp 23 juta.

“Hingga hari ini (kemarin) sudah ada tiga orang yang dihubungi dimana yang menghubungi tersebut mengaku saya, bahkan dua diantaranya sudah tertipu dengan mentransfer uang totalnya 23 juta dari dua orang tersebut,” terang Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Kav Budi Wirman SSos saat ditemui di Makodim 0409/Rejang Lebong, Kamis (23/11) siang.

Menurut Dandim, dua orang yang terkena tipuan dengan modus mencatut nama Dandim tersebut keduanya merupakan kontraktor di Kabupaten Rejang Lebong, dimana salah satunya merupakan ketua salah satu organisasi yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

Dijelaskan Dandim, dalam menjalankan aksinya, sang penipu menelpon kedua korban dengan mengaku sebagai Dandim 0409/Rejang Lebong.

Untuk mengelabui kedua korban, pelaku meminta mentrasfer uang ke rekening yang sudah disiapkan. Menurut sang penipu yang tersebut akan digunakan untuk melakukan pembangunan di Makodim 0409/Rejang Lebong.

Dandim mengetahui ada yang mencatut dirinya, setelah dua korban tersebut menemui Dandim di Makodim 0409/Rejang Lebong.

Kedua kontraktor yang tertipu tersebut, curiga kemudian menanyakan langsug ke Letkol Kav, ternyata memang benar mereka sudah terkena tipu dengan mengatasnamakan Dandim 0409/Rejang Lebong.

Atas kejadian tersebut, Dandim menegaskan kepada siapa saja khususnya kepada masyarakat ditiga kabupaten yaitu Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang untuk tidak percaya dan dengan mudah mengirim uang dengan jumlah tertentu bila ada orang yang mengatasnamakan Dandim meminta uang, karena Dandim menegaskan ia tidak pernah meminta uang kepada siapapun.

“Bila nanti ada yang masih ada yang menelpon dan meminta mentransfer uang, saya minta jangan ditransfer kalau masih ragu silahkan langsung datang ke Makodim ini untuk memastikannya,” pinta Dandim.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim mengungkapkan ia hanya memiliki satu nomor telpon, dimana menurutnya nomor telponnya tersebut sudah ada di seluruh FKPD di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang.

Sehingga menurutnya bila ada nomor baru mengataskan namanya itu sudah dipastikan penipuan dan jangan dipercaya.

Disisi lain, selain hanya memiliki satu nomor Hp, Dandim juga memastikan ia tidak menggunakan media sosial dalam bentuk apapun baik Facebook, Instagram maupun tweeter, oleh karena itu apabila ada media sosial yang menggunakan foto miliknya dan meminta sejumlah uang agar tidak dilayanani karena menurutnya itu adalah penipuan.

“Saya juga mengingatkan, bila ada suatu kepentingan terhadap organisasi maupun perorangan saya tidak akan menghubungi langsung melainkan melalui staf saja dulu,” terang Dandim.

Sementara itu, salah satu calon korban pencatutan nama Dandim 0409/Rejang Lebong, Dwi Mardiantara mengaku dia dihubungi nomor baru dengan mengatasnamakan Dandim 0409/Rejang Lebong.

Dimana menurutnya ia sempat mendapat sms sebanyak dua kali yang menyatakan bahwa yang sms adalah Dandim 0409/Rejang Lebong, kemudian karena lama diresponnya nomor tersebut nelpon sebanyak dua kali, namun karena saat itu ia sedang ada pekerjaan sehingga telpon dari nomor tersebut tidak diangkatnya.

“Karena sudah sms sebanyak 2 kali dan nelpon 2 kali tidak saya angkat karena masih ada pekerjaan, saya langsung telpon balik, karena disms tersebut ia mengaku sebagai Dandim,” terang Dwi yang merupakan Ketua KNPI Rejang Lebong.

Kemudian, dalam perbincangan tersebut, Dwi mengaku orang yang mengaku sebagai Dandim tersebut menanyakan kenapa KNPI belum pernah sowan kepada dirinya yang belum lama ini menjadi Dandim 0409/Rejang Lebong.

Kemudian setelah itu, orang yang mengaku Dandim tersebut sempat menanyakan apakah ia memiliki rekanan sebagai kontraktor. Kemudian karena curiga dan karena yang dibahasnya adalah organisasi, maka Dwi mengaku meminta untuk bertemu langsung dengan Dandim. Setelah itu disepakati pertemuan bisa dilakukan setelah Zuhur kemarin.

“Karena kami sudah janji, sehingga sudah zuhur tadi saya bersama rekan saya ini datang untuk memenuhi janji pak Dandim. Tapi saat kami datang pak Dandim aja kaget kapan pak Dandim ini membuat janji,” terang Dwi saat tengah bertemu dengan Dandim 0409/Rejang Lebong.

Dari pertemuan tersebut, Dwi baru mengetahui bahwa ada pencatutan nama Dandim oleh oknum yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi. Ia bersyukur ia tidak menjadi korban karena sebelumnya telah curiga lebih dulu.

Verdi Dwiansyah

Berita Terkini

To Top