Pekaro

Bocah Keban Agung Tewas di Sungai Sindur

CamkohaNews – Sungai Sindur yang terletak di Desa Keban Agung Kecamatan Air Periukan kembali memakan korban jiwa. Ini setelah seorang bocah dilaporkan hilang saat mandi di Sungai Sindur.

Adalah Azzahrotul Munnawaroh (9), bocah yang masih duduk di bangku kelas IV SD IT, anak satu-satunya buah hati dari Putrawan Marsidi (35) dan Meki (31) warga Dusun Nanti Agung Desa Keban Agung, Kecamatan Air Periukan ditemukan meninggal dunia, pada Minggu petang (5/8) sekitar pukul 16.45 wib.

Hanya dalam hitungan menit setelah dilaporkan hilang, warga sekitar akhirnya berhasil menemukan jasad korban 2 meter dari TKP awal. Korban diangkat dari dasar sungai dengan kedalaman sekitar 2 meter dalam posisi telungkup.

“Korban ditemukan sekira pukul 16.45 WIB. Posisi tubuh korban ditemukan oleh warga yang melakukan pencarian dengan penyelaman tidak jauh dari tempatnya mandi,” terang Kepala Desa Keban Agung, Salim Zahari.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Dermayu, namun tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Kades Keban Agung mengatakan, korban sebelum kejadian sempat berpamitan kepada ibunya akan mandi bersama teman-temannya di aliran Sungai Sindur.

Ketika asyik bermain air, korban yang diketahui belum lihai berenang nekat mandi bersama teman-temannya, namun teman-teman korban mulai curiga saat korban tak kunjung timbul ke permukaan air.

“Warga baru tahu setelah teman-temannya bergegas memberitahukan kejadian ini kepada pihak keluarga”, ucap Kades.

Tak sampai 1 jam atau sekitar 45 menit, belasan warga yang mendapat laporan ini langsung berbondong-bondong ke lokasi sungai untuk mencari keberadaan korban, akhirnya berhasil menemukan tubuh bocah perempuan malang ini.

Usai disemayamkan di rumah duka, jenazah korban Senin (6/8) pagi sekitar pukul 09.00 wib akhirnya dimakamkan di TPU desa setempat.

(Hari Adiyono)

Most Popular

To Top