Berita Utama

Benarkan Terjadi, BNN Tegaskan Kasus Pil PCC di Kendari

Beberapa korban yang dirawat di Rumah sakit ketergantungan obat Kota Kendari Sulawesi Utara.

CamkohaNews – Badan Narkotika Nasional RI, akhirnya harus memberi klarifikasi khusus terkait kasus pil PCC yang menghebohkan netizen Indonesia.

Pasalnya sejak beberapa hari terakhir khususnya Kamis (14/9) lalu, terus beredar informasi-informasi menyesatkan, yang diduga sengaja memelintir kasus PCC di Kendari Sulawesi Utara dan menyebarkannya hingga membuat resah publik.

Sebelumnya beredar di berbagai jejaring sosial media, pesan berantai yang tak jelas dari mana ujung pangkalnya, yang dibuat mirip-mirip dengan kejadian di Kendari Sulawesi Utara.

Informasi inilah yang dinilai meresahkan karena tak menyebutkan dengan jelas lokasi dan kejadian sebenarnya secara lengkap, sehinga dininilai menyesatkan dan sangat meresahkan.

Dinilai menjadi menyesatkan dan meresahkan, karena dalam informasi tersebut seluruh data-data termasuk soal lokasi dan tanggal kejadian sama sekali tak disebutkan. Alhasil informasi inipun sukses menebar keresahan netizen, termasuk netizen Bengkulu yang heboh di beberapa grup jejaring sosial.

Beruntung BNN bertindak cepat, dengan memberikan release klarifikasi yang langsung disebar bersamaan melalui humas-humas BNN di daerah, termasuk humas BNNP Bengkulu.

Dalam klarifikasi yang dikemas BNN tersebut, memang dikatakan benar telah terjadi insiden yang menyebabkan puluhan anak-anak menjadi korban, satu diantaranya bahkan meninggal dunia.

Berikut kutipan resmi dari release BNN RI :

TANGGAPAN PEMBERITAAN TERKAIT INFORMASI PENYALAHGUNAAN OBAT DI KENDARI

Jakarta, 14 September 2017

------------------------

Diinformasikan kepada masyarakat terkait berita penyalahgunaan obat yang bertuliskan (PCC) Paracetamol Cafein Carisoprodol yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan menyebabkan 1 (satu) orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari, dengan ini disampaikan bahwa informasi tersebut BENAR dan saat ini sedang dalam pemantauan BNN RI, BNN Provinsi Sulawesi Tenggara dan BNNK Kendari.

Hingga saat ini Balai Laboratorium Narkotika BNN, BNNP dan BNNK sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat dan BPOM wilayah setempat untuk memeriksa kandungan obat bertuliskan PCC tersebut.

HUMAS BNN

(Muhammad Helmy)

Berita Terkini

To Top