Kesehatan

Ada 1.000 Jenis Obat Mengandung Unsur Narkoba !

CamkohaNews – Saat dilakukan tes urine terhadap 2 orang PNS yang terindikasi positif narkoba, setelah didalami ternyata keduanya hanya menggunakan obat asma dan obat flu yang mengandung unsur prekusor.

Saat ini diketahui 1000 lebih jenis obat yang beredar di masyarakat mengandung unsur prekusor. Prekursor sendiri merupakan salah satu zat yang terdapat di dalam narkoba.

Namun penggunaan prekursor di dalam obat diperbolehkan, hanya saja harus dalam pengawasan BPOM. Berikut golongan dan jenis prekusor sesuai uu no 35 tahun 2009 tentang narkotika:

  1. Acetic anhydride.
  2. N-acetylanthranilic acid.
  3. Ephedrine.
  4. Ergometrine.
  5. Ergotamine.
  6. Isosafrole.
  7. Lysergic acid.
  8. 3,4-methylenedioxyphenyl-2-propanone.
  9. Norephedrine.
  10. 1-phenyl-2-propanone.
  11. Piperonal.
  12. Potassium permanganat.
  13. Pseudoephedrine.
  14. Safrole.
  15. Acetone.
  16. Anthranilic acid.

17.ethyl ether.

18.hydrochloric acid.

19.methyl ethyl ketone.

20.phenylacetic acid.

  1. Piperidine.

22.sulphuric acid.

23.toluene.

Penggunaan obat prekursor ini dapat menimbulkan hasil positif narkoba bagi para pemakaiannya saat dilakukan tes urine. Inilah yang membuat BNN selalu melakukan assesment mendalam pasca tes urine, guna memastikan seseorang tersebut benar-benar positif atau negatif narkoba.

Sementara itu menurut BPOM ketika seorang terindikasi positif menggunakan narkoba dalam tes urine, harus terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan secara mendalam untuk mengetahui apakan positif narkoba atau hanya menggunakan obat yang mengandung prekursor.

Sementara itu guna mencegah peredaran obat yang mengandung prekursor ini, BPOM mengatakan secara aturan, peredaran obat sendiri memiliki kode dalam pemasarannya yang terdapat didalam kemasan obat.

Yakni untuk jenis obat berkode merah adalah jenis obat keras dengan pengawasan dokter, kode biru untuk obat bebas terbatas hanya diperjual belikan di apotek , kode hijau untuk obat yang di jual secara bebas.

Terkait masih banyaknya obat yang beredar di warung-warung secara bebas, BPOM dalam waktu dekat akan melakukan penertiban terhadap obat-obat ini.

(Verdi Dwiansyah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

To Top