Bengkulu Selatan

Dirwan Mahmud dan Istri Resmi Tersangka

CamkohaNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menggelar jumpa pers pada Rabu (16/5) malam sekitar pukul 20.27 WIB, terkait OTT yabg digelar malam sebelumnya di rumah pribadi Bupati Bengkulu Selatan.

Jumpa pers ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan didampingi juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Dalam keterangannya, Basaria Panjaitan menyebut jika OTT tersebut terkait dengan perkara dugaan suap, atas janji terkait pengadaan barang dan jasa infrastruktur di Pemkab Bengkuku Selatan tahun anggaran 2018.

Setelah pemeriksaan selama hampir 1×24 jam, KPK akhirnya memutuskan menetapkan Dirwan Mahmud sebagai tersangka. Selain itu, istri Dirwan Mahmud yakni Heni atau Hendrati, Nursilawati alias Wa (ASN Dinkes) dan Ju atau Juhari alias Jukak juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dirwan diduga menerima suap sebesar Rp 98 juta dari Juhari selaku kontraktor. Basaria menyebut uang itu adalah bagian dari 15 persen commitment fee, atas 5 proyek pekerjaan infrastruktur dengan nilai total Rp 750 juta.

Dirwan dan sang istri yakni Heni diduga merupakan tersangka penerima suap, yang diterima melalui perantara Nursilawati atau Wati yang merupakan Kasi (Kepala Seksi) di Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan.

Atas perbuatannya, Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati, dijerat dengan UU Tindak Pidana Korulsi pasal 12a atau huruf b, sesuai dengan yang diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 pasal 55 ayat ke 1.

Sedangkan, Juhari dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Tim liputan RBTV)

Berita Terkini

To Top